Kendalikan PMK, Ratusan Sapi dari Ende Diperiksa Ketat

Hery SusenoBerita

Surabaya – Sebanyak 331 sapi dari Ende transit di Pelabuhan Tanjung Perak. Sesuai prosedur penanganan PMK, sapi-sapi yang bongkar di Jawa Timur dengan tujuan akhir Jawa Barat ini dilarang turun dari alat angkut dan dilakukan tindakan karantina, Rabu (21/06).

Pejabat Karantina Wilayah Kerja Pelabuhan Tanjung Perak melakukan tindakan karantina berupa pemeriksaan dokumen, pemeriksaan kesehatan dan melakukan disinfeksi pada ternak serta alat angkut dalam rangka mitigasi resiko penyakit mulut dan kuku.

“Sapi-sapi tersebut diangkut menggunakan 14 truk yang menumpang kapal Niki Mila Utama. Setelah sandar di Tanjung Perak, kita lakukan tindakan karantina dan biosecuriti maksimal. Dari hasil pemeriksaaan, seluruh ternak dalam keadaan sehat dan diterbitkan Sertifikat Pelepasan Karantina berupa KH-14. Selanjutnya, sapi-sapi tersebut diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Bekasi dan Bogor lewat darat,” jelas Tri Endah, Penanggung Jawab Karantina Hewan Tanjung Perak.

Dalam kesempatan terpisah, Cicik Sri Sukarsih selaku Kepala Karantina Pertanian Surabaya mengatakan bahwa untuk keluar masuk hewan dan produk hewan rentan PMK di Jawa Timur sudah sangat diperketat. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran penyakit agar tak semakin meluas.

Prosedur karantina hewan tersebut merujuk Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 14213 Tahun 2022 tentang Perubahan Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12950 Tahun 2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dikeluarkan saat maraknya penyakit ini.

“Selama wabah PMK ini kapal yang sandar di pelabuhan-pelabuhan di Jawa Timur, tidak boleh menurunkan hewan rentan PMK dari alat angkut. Hewan boleh melintas di Jawa Timur yang peruntukannya hanya tujuan dipotong atau Iduladha,” tutup Cicik.

#PMKTidakBerbahayaBagiManusia

#PMKDapatDisembuhkan

#KementanHadir

#LaporKarantina🍎🐮

#KarantinaPertanianSurabaya

Share