Kandang Sapi dalam Kapal Ambruk, Ratusan Sapi Terpaksa Bongkar di Pelabuhan Jangkar Situbondo

Hery SusenoBerita

Situbondo – Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Situbondo bersiaga menyambut 471 ekor sapi yang diangkut LCT (Landing Craft Tank) Dipasena Dua. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Maropokot, Flores menuju Tanjung Priok. Namun karena kandang sapi dalam kapal ambruk dan rusak, akhirnya kapal tersebut terpaksa bongkar di Pelabuhan Jangkar Situbondo, Minggu (19/06).

Kandang sapi ambruk dan rusak diakibatkan oleh beban bahan makanan yang diletakkan di atas kandang sapi terlalu berat. Untuk menyelamatkan ratusan sapi tersebut, maka dibongkar di Pelabuhan Jangkar Situbondo.

Saat ini beberapa kabupaten di Jawa Timur telah ditetapkan sebagai daerah wabah penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Maka hewan rentan PMK tidak boleh masuk ke Provinsi Jawa Timur. Namun karena tujuan akhirnya adalah Bekasi, maka kapal diijinkan sandar dan bongkar di Pelabuhan Jangkar Situbondo.

Atas permohonan pengguna jasa, Karantina Pertanian Surabaya merespon cepat keadaan darurat tersebut, kapal LCT. Dipasena Dua diijinkan sandar dan melakukan kegiatan bongkar sapi asalkan bersedia mengikuti standar operasional prosedur (SOP) karantina hewan di masa wabah PMK sesuai SE Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 14213/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terjadap Kejadian PMK. Tujuannya adalah untuk meminimalisir penularan dan penyebaran penyakit PMK pada sapi tersebut.

Pejabat Karantina Pertanian Wilayah Kerja Situbondo melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan terhadap sapi tersebut. Setelah semua persyaratan terpenuhi dan hewan dinyatakan sehat, maka dapat diterbitkan dokumen pelepasan karantina. Seluruh sapi dan alat angkut diberi perlakuan penyemprotan disinfektan, kemudian segera diberangkatkan dan dilakukan pengawalan oleh pejabat karantina bersama dinas peternakan setempat sampai di perbatasan Jawa Tengah untuk memastikan sapi menuju tujuan akhir Bekasi.

Pengawasan bongkar sapi tersebut dilakukan bersama Tim Satgas PMK Kabupaten Situbondo, yang terdiri dari Syahbandar, Dinas Peternakan Kabupaten Situbondo, KPLP, Kamla, Koramil, Polsek, Polairud, Kecamatan dan Dishub. Sapi sejumlah 471 ekor tersebut dimuat dalam 21 truck dan dibongkar kurang lebih 12 jam hingga proses pemeriksaan karantina selesai.

Cicik Sri Sukarsih, Kepala Karantina Pertanian Surabaya sangat mengapresiasi adanya kerja sama Tim Satgas PMK dan peningkatan biosecurity oleh pejabat karantina sehingga upaya pencegahan penyebaran PMK terutama di wilayah Jawa Timur dan di Kabupaten Situbondo dapat maksimal.

#LaporKarantina

#PMKdapatdisembuhkan

#PMKTidakBerbahayaBagiManusia

#KementanHadir

#KarantinaPertanianSurabaya

Share