Karantina Pertanian Surabaya Dukung Aksi Stranas PK dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Hery SusenoBerita

Surabaya – Karantina Pertanian Surabaya mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan pencegahan korupsi yang dilakukan oleh Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), Selasa (21/6).

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sri Sukarsih mengatakan bahwa aksi Stranas PK Tahun 2021-2022 salah satunya adalah penyediaan fasilitas tempat pemeriksaan karantina (TPK) pemeriksaan kulit mentah garaman impor dan penyediaan tempat perlakuan di area lini 1 pelabuhan.

Simplifikasi layanan dan mekanisme penerapan tindakan karantina pada kulit garaman impor akan dilaksanakan dalam waktu 3 bulan ke depan. Single Submission untuk layanan ekspor juga akan diterapkan, sehingga eksportir tidak perlu lagi mengurus perizinan ke tiga lembaga seperti bea cukai, karantina dan terminal operator. Dengan sistem ini, proses ekspor menjadi lebih efektif dan efisien.

“Diharapkan dengan adanya fasilitas kulit garaman impor dan penyediaan tempat perlakuan di TPK ini dapat memangkas alur birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” kata Cicik.

Rapat yang dilaksanakan di Kantor PT. Terminal Petikemas Surabaya ini diikuti oleh instansi teknis yang melayani operasional Pelabuhan Tanjung Perak. Instansi tersebut diantaranya Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe madya Pelabuhan Tanjung Perak, Karantina Pertanian Surabaya, PT. Terminal Petikemas Surabaya, PT. Terminal Teluk Lamong, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak dan PT Pelindo Regional 3.

#KarantinaPertanianSurabaya#LaporKarantina🍎🐱

Share