Iduladha Semakin Dekat, Karantina Pertanian Surabaya dan MUI Tegaskan Persyaratan Hewan Kurban

bbkp surabayaBerita

Surabaya (02/06), Menjelang Iduladha, Karantina Pertanian Surabaya turut hadir dalam rapat koordinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kantor Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Jum’at (03/06).

Rakor ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi situasi penyakit mulut dan kuku di Jawa Timur sehingga didapatkan pendalaman informasi terkait hewan rentan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang akan dijadikan hewan kurban. Rakor ini dijadikan sebagai media diskusi untuk menyusun landasan penetapan pelaksanaan kurban bagi umat muslim.

Dalam kondisi ini, pemerintah perlu menjelaskan apakah hewan yang sakit, khususnya yang berada di daerah wabah dalam situasi kedaruratan, layak digunakan sebagai hewan kurban.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sri Sukarsih menyampaikan bahwa Menteri Pertanian Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 03/SE/PK.30/M/5/2022 Tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotongan Hewan dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot And Mouth Disease) yang dapat digunakan sebagai acuan.

“Dalam surat edaran tersebut sudah dijelaskan tentang persyaratan teknis dan pelaksanaan kurban. Pada prinsipnya hewan yang sehat dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan oleh otoritas veteriner setempat,” ungkap Cicik.

Turut hadir dalam rapat ini adalah Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Mustofa Helmi Effendy dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dan Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak (Aspednak) Jawa Timur.

#pmkdapatdisembuhkan

#pmktidakberbahayabagimanusia

#kementanhadir

#karantinapertaniansurabaya

Share