Tak Kantongi Sertifikat Kesehatan, Merpati Pos Ditolak

bbkp surabayaBerita

Banyuwangi – Pejabat Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Banyuwangi melakukan tindakan karantina berupa penolakan terhadap 63 ekor burung merpati pos. Puluhan merpati pos tersebut berasal dari Buleleng, Bali tujuan Pasuruan, Sabtu(23/04).Rencananya merpati pos tersebut akan dilombakan di Pasuruan. Namun rencana ini gagal karena merpati tersebut tidak mengantongi sertifikat kesehatan hewan dari daerah asalnya, Bali. “Merpati yang pemasukannya tidak mengantongi sertifikat kesehatan hewan dari daerah asal jelas tidak diketahui status kesehatannya dan berisiko menularkan penyakit hewan. Maka langkah yang kami lakukan yaitu penahanan. Selanjutnya pemilik diberikan kesempatan untuk melengkapi sertifikat kesehatan hewan dari daerah asal dengan batas waktu yang ditentukan, namun pemilik menyatakan tidak menyanggupi untuk dapat memenuhinya sehingga dilakukan tindakan penolakan pada hari itu juga,” jelas Putu, dokter hewan karantina yang bertugas.Penolakan merpati pos ke Bali menggunakan Kapal KM. Pratita IV di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi. Penggagalan merpati pos tak berdokumen karantina ini berhasil dilakukan berkat kerja sama yang baik antara Karantina Pertanian Surabaya dengan Kepolisian Sektor Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi. Melalui keterangan tertulisnya, Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sri Sukarsih menegaskan, “Pemasukan hewan tanpa dilengkapi sertifikat karantina merupakan pelanggaran Pasal 35 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Ancamannya berupa pidana maksimal 2 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.”SobatQ, mari laporkan ke karantina bila ingin melalulintaskan hewan, tumbuhan dan produk olahannya baik antarpulau maupun antarnegara melalui pelabuhan, bandara, kantor pos dan pos lintas negara (PLBN).#PatuhKarantina#KarantinaPertanianSurabaya

Share