Perkuat Peran Laboratorium, Pejabat Karantina Pertanian Surabaya Dalami Pengujian Penyakit Mulut dan Kuku

Hery SusenoBerita

Surabaya – Peran laboratorium menjadi elemen yang sangat penting dalam menentukan diagnosa hama penyakit hewan karantina (HPHK). Oleh karena itu, pejabat Karantina Pertanian Surabaya mengikuti kegiatan magang tentang pengujian penyakit mulut dan kuku (PMK) yang diinisiasi oleh Badan Karantina Pertanian, Kamis – Jum’at (27-28/10).

“Peran Karantina Pertanian dalam mencegah masuk, tersebar dan keluarnya penyakit PMK sangat penting. Mengingat PMK telah menyebar di berbagai pulau di Indonesia. Lalu lintas hewan rentan PMK (HRP) dan produknya tidak dapat kita cegah karena alasan kebutuhan pasokan pangan. Akan tetapi, kita dapat memastikan bahwa hanya hewan dan produknya yang sehat yang dapat dilalulintaskan,” ungkap Retno Oktorina, dokter hewan karantina dari Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian dalam sambutannya.

Secara terpisah Cicik Sri Sukarsih selaku Kepala Karantina Pertanian Surabaya menyampaikan bahwa persyaratan dalam lalu lintas HRP maupun produknya meliputi sertifikat kesehatan hewan, uji laboratorium dan atau status vaksinasi. Oleh karena itu penting membekali pejabat karantina hewan mulai dari teknik handling, sampling, hingga pengujian PMK baik dengan metode Elisa maupun PCR.

Petugas laboratorium harus dibekali dengan ilmu yang mumpuni untuk melakukan pengujian dengan hasil uji yang terpercaya. Cicik berharap dengan adanya kegiatan magang ini bisa menambah kompetensi bagi pejabat karantina hewan dan menguatkan jejaring laboratorium dalam percepatan penanggulangan PMK.

“Saya juga apresiasi kegiatan magang ini yang berkolaborasi dengan Pusvetma Surabaya dalam percepatan pengendalian PMK supaya wabah segera berakhir,” pungkas Cicik.

Peserta magang terdiri dari dokter hewan karantina dan paramedik karantina hewan dari Karantina Pertanian Surabaya dan Karantina Uji Standar. Mereka dibekali ilmu tentang diagnostik deteksi PMK, handling, restrain dan teknik sampling PMK, pengambilan dan pengemasan sampling, teknik pengujian PCR dan peran Pusvetma sebagai laboratorium rujukan PMK. Kegiatan magang dilaksanakan di Laboratorium Antisera Pusvetma Kota Batu dan Laboratorium Pengembangan Produk Pusvetma Kota Surabaya.

#KarantinaPertanianSurabaya#LaporKarantina🍎🐶

Share