Di Alun Alun Bawah Tanah Surabaya, Karantina Pertanian Surabaya Gelar Pelatihan Teknis Kehumasan

Hery SusenoBerita

Surabaya – Alun Alun Surabaya yang berada bawah tanah menjadi lokasi praktek pelatihan kegriyaan teknis kehumasan yang digelar oleh Karantina Pertanian Surabaya.

Alun-alun pertama di Indonesia yang berada dibawah tanah ini, dinilai penyelenggara cocok untuk menjadi lokasi praktek teknik fotografi dan vidoegrafi.

“Selain merupakan icon baru Jawa Timur, lokasi ini memungkinkan para peserta dapat melakukan diskusi langsung di lokasi karena tempatnya cukup nyaman, ” kata Cicik Sri Sukarsih, Kepala Karantina Pertanian Surabaya melalui keterangan persnya, di Surabaya, Junat (28/10).

Cicik menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 tenaga kehumasan lingkup Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian diwilayah Indonesia Timur, yakni Sulawesi, Kalimantan, Papua, Bali, Nusa Tenggara dan termasuk Surabaya tentunya. Adapun tema yang diusung kali ini adalah “Optimalisasi Digitalisasi dalam Layanan Informasi dan Kehumasan”.

Masih menurut Cicik, kehumasan menjadi elemen yang sangat penting dalam publikasi kinerja Barantan. Untuk itu para pengampu pelayanan informasi dan kehumasan harus dibekali dengan ilmu yang mumpuni untuk menyampaikan reputasi, tugas pokok dan fungsi serta kinerja kepada masyarakat.

Olehkarenanya, Karantina Pertanian Surabaya menggelar pelatihan griyaan kehumasan di Surabaya, Selasa – Kamis, 25 sampai dengan 27 Oktober 2022 yang lalu.

“Peran Karantina Pertanian dalam mencegah masuk, tersebar dan keluarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan sangat penting. Namun, belum semua masyarakat tahu, bahkan sebagian kecil saja yang mau lapor dan patuh karantina,” ungkap Cicik lagi.

Hal senada diungkapkan oleh R. Chandra SKU, Koordinator Hukum dan Humas Barantan, mengatakan bahwa yang mengetahui peran karantina, sebagian besar berasal dari kalangan internal saja. “Hal ini menjadi tantangan bagi kita dalam menyampaikan informasi sehingga masyarakat paham terhadap kinerja Barantan dalam cegah tangkal hama penyakit hewan dan tumbuhan. Peran kita sangat strategis, maka kita harus menyampaikan ke publik demgan kemasan yang menarik,” paparnya.

Secara terpisah, Bambang selaku Kepala Badan Karantina Pertanian mengapresiasi pelatihan griyaan yang digagas oleh Karantina Pertanian Surabaya. Bambang berharap dengan adanya pelatihan griyaan ini bisa menambah kompetensi bagi para pengampu kehumasan dalam melaksanakan tugasnya tugas di masing-masing unit kerja.

Narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan griyaan kehumasan adalah Teguh Gunawan, Digital Kreatif Animasi dan Videografi. Selain itu pelatihan kali ini juga membekali para peserta dalam pengelolaan informasi publik dan dokumentasi.

“Antusiasme peserta dalam mengikuti seluruh materi pelatihan dan tugas yang diberikan. Harapannya kedepan dapat diimplementasikan diunit kerja masing-masing,” pungkas Cicik.

Share