Karantina Pertanian Surabaya Gagalkan Penyelundupan Satwa Langka dari Makasar

Hery SusenoBerita

Surabaya – Sebanyak 12 ekor burung rangkong tanpa dokumen karantina, ditemukan Pejabat Karantina Pertanian Surabaya saat melakukan pengawasan KM. Dharma Kencana VII di Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (20/10).

“Kami menemukan 12 ekor burung rangkong atau enggang julang jambul hitam yang diangkut menggunakan mobil box tertutup rapat. Mobil box tersebut diangkut oleh KM. Dharma Kencana VII yang berasal dari Makassar,” ujar Tri Endah, dokter hewan karantina yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Perak.

Tri mengatakan, “Penggagalan pemasukan burung tanpa dokumen karantina ini berkat adanya informasi masyarakat. Burung rangkong dianggap istimewa dan dijuluki sebagai Sulawesi dwarf hornbill serta kangkareng Sulawesi _(Rhabdotorrhinus exarhatus)_ yang hanya ada di Indonesia.

Keluarga kangkareng ini adalah jenis burung yang tergolong rentan VU atau vulnerable berdasarkan daftar merah IUCN dan Appendix II menurut CITES. Perlindungannya diatur dalam UU No. 5 Tahun 1990, PP No. 7 Tahun 1999 dan PermenLHK RI No. P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Rangkong merupakan satwa yang paling laris apabila dijual ke China. Pasalnya, rangkong memiliki paruh yang dipercaya dapat mengobati penyakit dalam dan dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sri Sukarsih menjelaskan bahwa pelaku dapat dijerat Pasal 88 Huruf (a) dan Huruf (c) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

“Ini merupakan komitmen Karantina Pertanian Surabaya dalam mencegah penyelundupan satwa-satwa dilindungi,” tegasnya.

#KarantinaPertanianSurabaya

#PatuhKarantina🐦🍅

Share